Kamis, 18 Juni 2009

MUDAHNYA INVESTASI EMAS

emas batangan

Adakah Investasi yang tidak memerlukan hitungan yang rumit? Jawabnya jelas ada. Investasi Emas, tidaklah sulit, tidak memerlukan hitungan yang rumit seperti analisa teknikal, analisa Fundamental atau rimor-rumor tertentu.

 

Investasi emas tidak memerlukan modal yang besar, jika anda ingin membeli saham jelas investasinya tidak sedikit bisa 30-an juta. Jika Anda mau investasi di property ini juga jelas anda memerlukan jumlah uang yang banyak, namun jika anda mau investasi emas anda bisa mengumpulkan 1 gram, 2 gram, 5 gram dan seterusnya.

 

Apakah Investasi emas selalu menguntungkan?
Investasi emas selalu menguntungkan karena harga dalam jangka panjang selalu naik, kapan saja mudah dicairkan atau dapat digagaikan.  Bayangkan jika Anda depositokan di Bank, suatu saat jika diambil tidak tepat waktu bukannya Anda dapat bunga melainkan kena Finalty kan aneh kita meminjamkan uang kok malah kena finalty kalau akan mengambilnya.

 

Jenis emas apakah yang cocok untuk Investasi?
Semua jenis emas mempunyai kelebihan dan kekurangan, emas perhiasan harga lebih mahal karena adanya ongkos pembuatan yang tinggi serta PPn 10 %, serta tidak ada jaminan karatase, celakanya kalau surat pembelian hilang dan toko asalnya tidak mau terima lagi maka pembeli akan sangat dirugikan.

Membeli emas dengan tujuan Investasi yang terbaik adalah membeli emas batangan 24 karat, produk PT. Aneka Tambang karena kadar terjamin, berat terjamin. Produk BMUN ini selalu dilengkapi sertifikat. produk ini tidak kena ongkos bikin yang mahal serta tidak kena PPn 10% yang memberatkan. Cuma kelemahan investasi dalam bentuk emas batangan adalah emas tidak bisa dipakai untuk lifestyle atau gaya hidup.

emas 201408p
emas & sertifikat  

 

Jika anda mau investasi emas batangan Produk Antam namun di kota Anda tidak ada yang menjual, Saya bisa membantu Anda.

 

wiryo
No HP. 085216329587

Hompage
http://emasonline.wordpress.com
http://gallery24.wordpress.com
http://wiryosumekto.wordress.com

 


 

 

 

 

 

Selasa, 16 Juni 2009

INVESTASI EMAS, JANGAN TARUH TELUR DALAM SATU KERANJANG

telur

"Jangan Taruh Telur Dalam satu keranjang", itulah, kata-kata yang harus selalu diingat oleh Investor. Sebenarnya itu hanya kata "bijak" yang mengingatkan investor agar selalu hati-hati dalam investasi, Mengapa? bayangkan saja bila kita taruh telur dalam satu keranjang maka bila telur itu jatuh akan pecah ssemua. Atau misalnya kita usaha dagang kain, semua kita investasikan dalam satu ruko dalam pasar, tiba-tiba pasar terbakar lalu apa yang terjadi? semua barang hangus terbakar, maka yang punya akan jatuh miskin dan susah untuk bangun lagi. Tapi untuk orang yang bijak, akan meletakan investasinya dibeberapa tempat, misalnya bila dalam usaha yang sama maka akan membagi ke beberapa outlet yang berbeda letaknya, ataupun bila hanya satu maka barang dagangannya akan diasuransikan.

Sebagai investor kita tidak ingin jatuh tertimpa tangga dan susah bangun lagi. maka umumnya investor membagi fortofolio investasinya ke berbagai bidang misalnya saham, deposito, emas, forex, property dan lain-lain.

Investasi emas, adalah investasi yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja karena dapat dibeli oleh siapa saja dengan harga relatif kecil dan bisa dibeli dalam ukuran 1 gram. Bandingkan dengan tanah yang umumnya dijual dalam ukuran 100 M persegi. kalo emas dengan uang 300-an kita sudah bisa investasi.

Harga emas dalam jangka panjang akan selalu naik dengan prosentasi kenaikan di atas inflasi.

emas antam emas
gambar emas batangan gbr. emas + sertifikat

Kalau ada pertanyaan kenapa harga emas bisa turun? Sebenarnya itu bukanlah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena harga emas memang berfluktuasi artinya bisa naik dan bisa turun. Tapi ini hanya untuk jangka pendek saja.

Penurunan harga emas umumnya disebabkan oleh intervensi oleh bank sentral, bila harga emas naik terlalu tinggi maka bank sentral akan mengeluarkan cadangan emasnya. Tapi ini sifatnya sementara intervensi tidak akan menekan kenaikan harga dalam jangka panjang, kenapa? Karena stok emas di Bumi jumlahnya terbatas, untuk mendapatkannya dan mengeluarkannya dari perut bumi membutuhkan biaya yang tidak sedikit sedangkan permintaan akan emas sungguh luar biasa. ***wry***

Perhatian :
Tulisan ini hanya pendapat, keputusan ada ditangan anda.

Bila anda memerlukan emas batangan produk Antam seperti pada gambar di atas kami dapat membantu anda. Hubungi wiryo No.HP 085216329587
http://emasonline.wordpress.com
http://gallery24.wordpress.com

Senin, 15 Juni 2009

Harga Emas melorot Lagi

Harga Emas Melorot ke Posisi Terendah dalam Tiga Minggu

SINGAPURA. Harga emas hari ini melorot ke level terendah dalam tiga minggu terakhir. Penurunan harga si kuning kinclong ini dipicu oleh menguatnya pergerakan dolar sehingga mengurangi pesona emas sebagai investasi alternatif.

Dollar Index, yang mengukur posisi dolar terhadap enam mata uang utama dunia, terus mengalami penguatan setelah Menteri Keuangan Rusia Alexei Kudrin bilang Rusia memiliki kepercayaan penuh terhadap mata uang AS.
Dalam interview di sebuah stasiun televisi pada 13 Juni lalu, Kudrin mengatakan, fundamental atas dolar masih berada dalam posisi yang sangat baik. Itu sebabnya, Rusia masih menaruh kepercayaan yang tinggi atas dolar.

“Harga emas melorot ke level terendah, akibat dampak dari penguatan dolar,” jelas David Moore, Commodity Strategist Commonwealth Bank of Australia.

Pagi tadi, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat mengalami penurunan sebesar 0,4% menjadi US$ 935,20 per troy ounce. Posisi tersebut merupakan yang paling rendah sejak 20 Mei lalu. Pada pukul 08.30 waktu Singapura, posisi emas berada di US$ 937,18 per troy ounce.

Sementara itu, berdasarkan survei Bloomberg, 12 dari 29 trader yang terdiri atas investor dan analis memprediksi, harga emas akan mengalami penurunan pada minggu ini. Sementara 11 orang memprediksi emas bakal naik dan enam lainnya netral.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

Jumat, 12 Juni 2009

Mengenal Dinar

Karena banyaknya pengunjung yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Maka perlu saya buat penjelasan yang sangat jelas bahwa Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.


Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut saya petikkan uraian dari buku saya (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.


Islamic Dinar and Dirham

Uang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.


Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.


Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).
Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.


Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.


Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .


Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.


Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.


Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.


Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.


Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .
Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.


Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London)

Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).


Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..

 

sumber : http://geraidinar.com/2008/02/mengenal-dinar-islam.html

Investasi Emas Terbaik

Investasi emas dalam bentuk apakah yang terbaik? emas perhiasan, coin, atau emas batangan? semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi untuk tujuan investasi untuk tujuan maksimal adalah dalam bentuk emas batangan, mengapa? Menurut undang-undang perpajakan emas batangan tidak kena pajak, jadi harga lebih murah. Emas batangan banyak dijual oleh pedagang-pedagang emas, oleh perusahaan negara. Apabila Anda tidak mengetahui cara menguji emas lebih baik membeli pada penjual yang terpercaya yaitu oleh perusahaan negara PT. Antam.

bentuk emas yang dijual oleh logam mulia, anak perusahaan PT. Antam adalah seperti gambar di bawah ini:

emas batangan emas

sertifikat-EB1  

Setiap membeli emas produk Antam dilengkapi dengan sertifikat, yang menerangkan berat emas dan kadarnya. Kadar emas batangan adalah 99.99% atau 24 karat.

Kepingan-kepingan yang dijual adalah dalam berat 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram. 50 gram 250 gram dan lain-lain.

Jika anda tertarik untuk membelinya bisa langsung datang ke alamat PT. Antam, sedangkan yang tidak punya waktu untuk datang ke sana saya dapat membantu anda.

 

wiryo
No. HP 085216329587

atau buka http://emasonline.wordpress.com
                  http://wiryosumekto.wordpress.com

 

Kamis, 11 Juni 2009

Harga Emas Stabil

Harga Emas Bergerak di Level US$ 961 - US$ 968,85

PERTH. Setelah kemarin mengalami penurunan paling besar dalam dua bulan terakhir, hari ini, harga emas kembali menanjak. Lagi-lagi, pelemahan dolar menjadi pemicu utamanya. Sebab, keoknya dolar membuat para investor kian getol memburu emas sebagai investasi alternatif.

“Dolar AS mengalami pelemahan sedikit pada hari ini, namun tidak signifikan. Sebagai refleksinya, harga emas mengalami kenaikan,” jelas Jamie Spiteri, Head Dealer Shaw Stockbroking Ltd di Sydney.

Asal tahu saja, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi US$ 966,61 per troy ounce. Sementara pada pukul 13.21 waktu Singapura, emas diperdagangkan pada kisaran US$ 961 dan US$ 968,85. Kemarin, harga emas mengalami penurunan hingga 1,9%, yang merupakan penurunan terbesar sejak 6 April lalu.

“Saya memprediksi, hari ini, emas akan bergerak di level US$ 965. Belum ada kemungkinan emas akan menembus US$ 1.000 pada minggu ini, tapi posisinya taka akan terlalu jauh,” jelas Spiteri.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

Investasi Emas Untuk Anak Sekolah

uang kertas

Kita semua tahu bahwa biaya sekolah selalu naik dari tahun ke tahun, ini sangat wajar karena Inflasi, biaya bahan ajar naik, biaya gaji guru atau dosen juga naik. Terus yang jadi pertanyan adalah Solusinya bagaimana?

Banyak cara yang digunakan untuk mengantisipasi hal tersebut, karena mereka sayang akan buah hati, mereka selalu ingin pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Ada yang ikut Asuransi dana pendidikan, ada yang menabung di Bank, Ada yang investasi di Property, ada yang investasi di Emas. Semua Instrumen Investasi selalu ada kelebihan dan kekuranganya masing-masing.

Jadi intinya kita perlu menabung untuk masa depan buah hati kita, jangan sampai kita menyesal kalau dikemudian hari anak-anak kita tidak bisa sekolah.

menabung adalah menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk dinikmati dimasa yang akan datang. Bagaimana kita bisa menabung?

Kalau pemasukan rumah tangga di rumuskan sebagai :
Y = C + S  dimana:
Y = Pendapatan
C= Konsumsi
S= Saving,
Jadi untuk bisa menabung kita perlu merubah 2 variable yaitu:
1. Menambah penghasilan dengan Konsumsi tetap atau
2. Mengurangi Konsumsi.

Pilihan Investasi yang paling mudah, tidak perlu perhitungan dengan rumus-rumus teori investasi adalah Investasi dalam emas. Sejak jaman dulu emas telah terbukti harganya selalu naik di atas besarnya inflasi.

jika inflasi 10% maka  harga emas akan naik 13%, jika inflasi 15% maka harga emas akan naik diatas 20%.

Jika Anda tidak percaya, kita perhatikan berapa harga emas tahun 1996? harga emas tahun 1tu hanya 26.000/gram. Bandingkan dengan harga emas sekarang, harga emas sekarang 310.000/gr. berapakah kenaikannya?  1092%, angka yang fantastis, bandingkan dengan investasi di Property.

Kenapa harga emas selalu naik?

  1. Permintaan selalu naik, ini wajar karena jumlah orang meningkat, mereka membutuhan emas untuk keperluan perhiasan, maskawin, industri dan lain-lain, sedangkan jumlah emas di Bumi jumlahnya tidak pernah bertambah.
  2. Biaya untuk mendapatkan emas selalu meningkat, kenapa? emas makin langka, letaknya didalam bumi makin dalam jadi biaya untuk mendapatkan emas makin tinggi sehingga tidak mungkin harga akan turun.

Kekurangan emas adalah, kita butuh tempat untuk menyimpannya. pencuri, maling, garong, perampok mengintainya.


Yang jadi pertanyaan adalah apa sih kekurangan menabung di bank?
Menabung di bank bayak kekurangannya
Pendapatan bunga sangat kecil, hanya sekitar 6 - 8 % per tahun, ini juga harus dikurangi pajak dan biaya administrasi bank. Sedangkan Inflasi diatas 8% per tahun, jadi berapa yang kita dapat? tidak ada bahkan kita rugi, karena nilai uang turun, harga-harga barang sudah naik berlipat-lipat. jadi wajar saja kalo ada pendapat yang menyatakan bahwa

"Menyimpan uang di bank sama dengan membakar uang kita Sendiri"

 

Perhatian:
Tulisan ini hanyalah pendapat, keputusan ada di tangan anda.

 

Jika Anda tertarik untuk membeli emas batangan klik di:
TOKO EMAS ONLINE 



 

1728980027p

emas Produk Antam
Terpercaya karena Kadar dan berat terjamin sesuai sertifikat, dapatkan di toko emas online:

http://emasonline.wordpress.com

 


 

 
 

Selasa, 09 Juni 2009

HARGA EMAS AWAL JUNI 2009

Emas Diburu, Harga Si Kuning Melonjak Lagi

SINGAPURA. Lagi-lagi, dolar mengalami pelemahan. Kondisi tersebut secara otomatis membuat permintaan emas mengalami kenaikan. Ujung-ujungnya, harga emas di Asia kembali tinggi.

Sepanjang bulan ini, pergerakan dolar sudah keok sebesar 5% terhadap enam mata uang utama dunia termasuk di dalamnya yen dan euro. Sementara, pada periode yang sama, harga emas melonjak 8%. Kemarin, harga emas mencapai posisi US$ 965,04 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

“Selama masa koreksi jangka pendek, sentimen investor masih tetap positif. Pelemahan dolar dikombinasikan dengan ekspektasi naiknya inflasi mendorong investor meningkatkan pembelian mereka atas emas,” jelas Barclays Capital Analyst Gayle Berry.

Selain itu, melonjaknya harga minyak mentah juga turut mendorong kenaikan harga emas pada bulan ini. Sekadar informasi, kemarin, harga minyak bertengger di posisi US$ 65,08 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 5 November silam.

Hari ini pada pukul 09.01 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat mengalami kenaikan 0,2% menjadi US$ 961,45 per troy ounce. Angka tersebut menuju ke level terbaiknya sejak November lalu.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

 

sumber : http://www.kontan.co.id/index.php/internasional/news/14597/Emas-Diburu-Harga-Si-Kuning-Melonjak-Lagi

 

 

ANDA MAU BELI EMAS PRODUK ANTAM klik di http://emasonline.wordpress.com

Senin, 08 Juni 2009

Harga Emas Awal Juni

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Tiga Bulan

080106bemas

SINGAPURA. Pemburuan emas oleh para investor kian mendorong pergerakan harga si kuning ini. Kini, harga emas berada pada posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Kenaikan dolar terjadi setelah posisi dolar atas enam mata uang utama dunia melemah sebesar 1,6% pada hari ini. “Pelemahan dolar turut mendorong pergerakan harga komoditas, termasuk logam berharga dan minyak mentah,” jelas Hiroyuki Kikukawa, General Manager of Research IDO Securities Co di Tokyo.

Asal tahu saja, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat mengalami kenaikan sebesar 0,5% menjadi US$ 983,55 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 24 Februari lalu. Pada pukul 10.46 waktu Singapura, harga emas ditransaksikan di level US$ 983,18 per troy ounce.

Memang, sepanjang tahun ini, harga emas sudah mengalami kenaikan sebesar 11%. Selain emas, harga perak juga mengalami lonjakan sebesar 39%. “Baik perak dan emas sepertinya sedang mengalami overbought,” jelas Kikukawa.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

sumber :http://www.kontan.co.id/index.php/internasional/news/14690/Harga-Emas-Sentuh-Level-Tertinggi-dalam-Tiga-Bulan-

Jumat, 05 Juni 2009

PILIHAN INVESTASI EMAS

Mungkin Anda akan bertanya pilihan investasi apakah yang menguntungkan, apakah emas batangan ataukah emas perhiasan? untuk menjawabnya kita perlu perhatikan kelebihan dan kelemahan masing-masing.

No

Emas Batangan

Emas Perhiasan

1.

emas

perhiasan emas

2.Emas Batangan Umumnya kadar 24 karatBerbagai macam kadar dan bentuk seperti kalung, gelang, cincin, liontin, bross, anting, dll
3.TIdak bisa dipakai, hanya disimpanDipakai sebagai perhiasan
4.Dalam kadar yang sama dengan perhiasan harga lebih murah karena tidak terdapat ongkos bikin/desainUmumnya harga lebih mahal, karena komponen ongkos bikin
5.Emas batangan 24 karat tidak terkena pajak 10% jadi harga lebih murah.Terkena pajak 10%
6.lebih mudah dijual, biasanya tidak ada perbedaan karat pada certifikat sama karatase sebenarnya.Biasanya pembeli emas perhiasan bila akan kita jual kembali mempermasalahkan kadar, biasanya trik pembeli untuk menurunkan harga jual

Bentuk-bentuk emas mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing, tergantung tujuan anda dalam membeli. Kalo niatnya murni untuk investasi kami sarankan untuk membeli emas Batangan produk logam mulia (Antam), kenapa. Karatase dan beratnya terjamin sesuai yang tertera di sertifikat.

Yang menjadi pertanyaan adalah dimana bisa membeli emas produk Antam? bagi Anda yang tinggal di jakarta mungkin tidak ada kesulitan untuk membelinya karena bisa datang langsung ke logammulia Jl. Pemuda Pulogadung, Bagi yang dekat dengan pegadaian Anda juga bisa membeli disana, namun biasanya stoknya terbatas Anda harus memesan dulu baru emasnya diantar kemudian, mengenai harga jelas lebih murah bila anda datang langsung ke logam mulia, ini wajar karena fihak pegadaian juga mengambil margin dari situ sebagai biaya transport dll. Bila Anda kesulitan mendapatkan emas produk logam mulia /Antam kami bisa membantu Anda,

Harga yang kami tawarkan 3% di atas harga resmi dari harga jual emas Antam.

Pesan Ke Wiryo No HP : 085216329587 atau email wiroo212@telkom.net

Harga emas resmi dari logam mulia / Antam bisa Anda lihat di http://www.logammulia.com .

hompage saya ada di http://intanberlian.com atau http://wiryosumekto.wordpress.com.
http://belajarberlian.wordpress.com

Selamat berinvestasi dan sukses selalu.

contoh emas batangan Produk Antam

mail2

Rabu, 03 Juni 2009

Prediksi Harga Emas

Morgan Stanley: Harga Emas Bakal Terbang Tinggi

 

 

  

SINGAPURA. Menurut prediksi Morgan Stanley, harga emas dalam tiga tahun ke depan akan terus mengalami kenaikan. Bahkan tidak mungkin harga si kuning kinclong ini bakal menembus rekor tertingginya. Penyebabnya adalah tingginya permintaan emas dan melemahnya nilai mata uang dolar AS seiring upaya pemerintah untuk mengatasi resesi global.

Dalam laporannya yang dirilis hari ini, Morgan Stanley bilang, harga logam mulia tersebut akan berada pada kisaran US$ 900 per troy ounce pada tahun ini. Harga itu naik 20% dari target prediksi semula yang dipatok sebesar US$ 750. Nah, pada 2010, harga emas bakal bertengger di level US$ 1.000, US$ 1.050 pada 2011 dan US$ 1.075 di 2012.

Prediksi Morgan Stanley ini mengikuti ramalan Standard Chartered Plc yang sebelumnya sudah menaikkan target harga emas akibat melemahnya dolar.

“Adanya devaluasi mata uang, tingginya pendapatan global dan apresiasi terhadap emas akan membuat harga emas semakin tinggi,” jelas Hussein Allidina, analis Morgan Stanley di New York.

sumber : kontan online

Rabu, 13 Mei 2009

Analisis Harga Emas

Masih Seksikah Investasi Perhiasan?
Oleh : Dede Suryadi

emas

Emas, berlian dan permata tetap diyakini sebagai alternatif investasi yang menarik dari masa ke masa, termasuk di masa krisis sekarang. Hanya saja, saat ini harga perhiasan tersebut cenderung turun.

Hampir setahun terakhir, risiko investasi di sektor keuangan makin tinggi. Penyebabnya, kondisi pasar keuangan masih belum menentu sebagai dampak krisis global yang terjadi saat ini. Kurs rupiah terhadap dolar AS yang tidak stabil mengakibatkan ketidakpastian nilai investasi makin menjadi-jadi.


Kondisi ini membuat masyarakat mulai melirik kembali logam mulia sebagai investasi jangka panjang, sekaligus menyeimbangkan portofolio investasinya. Emas, berlian dan permata menjadi alternatif investasi. Malah, di negara yang masyarakatnya sudah maju, kondisi ini juga membuat transaksi derivatif logam mulia itu bergairah.


Harga emas yang di awal 2007 masih sebesar US$ 640/troy ounce sempat melejit hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah: US$ 1.125/troy ounce di 2008. Ini tak lepas dari menggilanya harga minyak mentah dunia yang juga sempat mencetak rekor tertinggi, yakni US$ 147 per barel.
Kemudian, sejalan dengan melemahnya minyak dunia, harga logam mulia ini pun ikut turun. Seperti di New York Mercantile Exchange, harga emas untuk pengiriman Februari 2009 turun US$ 30 atau 3,5% menjadi US$ 825/troy ounce, terendah sejak 15 Desember 2008 yang mencapai US$ 821. Dalam lima bulan terakhir harga emas telah turun 2,8%.


Leo Hadi Loe, Country Representative World Gold Council, memprediksi, jika ekonomi dunia memburuk, harga emas akan naik menuju US$ 900-1.100/troy ounce. Sebaliknya, apabila gebrakan Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang baru, sukses meredam krisis, harga emas bisa melorot ke kisaran US$ 400-600.


Demikian pula berlian, sekarang harganya cenderung turun. Menurut A.B. Susanto, gemolog dan kolektor berlian, pada saat krisis global seperti sekarang, harga berlian di pasar internasional turun. “Turunnya hingga 30% dibanding tahun lalu. Ini cukup signifikan. Padahal, selama ini harga berlian jarang turun,” doktor endrocrinology diabetology dari Universitas Duesseldorf yang memperdalam ilmu tentang berlian di Gemmological Institute of Idar Oberstein, Jerman, ini mengungkapkan.


Lihat saja, pada lima bulan pertama 2008, International Diamond and Jewelry Exchange melaporkan, harga berlian 5 karat berharga minimal US$ 1 juta, sudah naik 76,5%. Di AS, nilai impor bersih berlian juga naik 52,59% menjadi US$ 1,038 miliar dalam kurun tersebut, sedangkan ekspor kotor turun menjadi US$ 1,267 miliar dengan volume 2.831.579 karat.


Nah, bagi A.B. Susanto, ketika harga perhiasan turun, itu adalah sebuah peluang untuk mengoleksinya. Hanya saja, ia mewanti-wanti, kalau mau beli, barangnya haruslah berkualitas bagus, bukan kualitas so so. Artinya, kalau harga lagi turun, turun sekali, sementara kalau naik, kenaikanya tidak banyak. Untuk mendapatkan berlian kualitas bagus, ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan apabila ingin menjadikan berlian sebagai sebuah produk investasi. Yang umum dikenal dalam pemilihan berlian adalah faktor 4C: clarity, carat, cutting, colour.


Pertama, clarity (kejernihan). Ini merupakan terminologi yang mengacu pada kerusakan atau cacat berlian. Makin sedikit kerusakannya, makin sempurna cahaya yang dipantulkan. Kedua, carat (karat). Berlian diperjualbelikan berdasarkan karat atau beratnya, dan bukan berdasarkan volume atau banyaknya. Berlian dengan bobot 1 karat terdiri dari 100 poin. Jadi, berlian 50 poin memiliki bobot karat 0,5. Akan tetapi, berlian dengan ukuran karat besar tidak selalu berarti lebih baik dan sempurna. Dengan kualitas lebih tinggi, berlian yang ukuran karatnya kecil mungkin memiliki nilai lebih besar ketimbang berlian berkarat besar tapi tidak sempurna.


Ketiga, cutting (irisan). Berlian akan memantulkan cahaya yang sangat cemerlang jika irisan atau cutting-nya sempurna. Untuk menguji kualitas irisannya, lihatlah berlian dari atas. Dengan begitu, pola pantulan sinarnya akan terlihat jelas. Dan, keempat, colour (warna). Makin bening atau jernih berlian, makin tinggi pula nilainya. Oleh sebab itu, berlian tanpa warna merupakan berlian terbaik. Tingkat warna berlian terdiri dari: D-F untuk colorless (putih), G-J untuk hampir tidak berwarna, K-M untuk kekuning-kuningan, N-R untuk kuning sangat terang, S-Z untuk kuning terang, hingga Z untuk warna fancy.


Untuk investasi, kata A.B. Susanto, pilih yang karatnya cukup besar. Makin tinggi karat sebuah berlian, makin tinggi kenaikan harga dan mudah menjualnya. Berlian dengan karat tinggi disebut berlian solitaire. Biasanya, makin besar ukuran berlian, makin sederhana bentuk atau desain pengikatnya, sehingga nilai berliannya lebih tinggi dibanding nilai pembuatan. Berbeda dari berlian yang besarnya di bawah dua karat, yang umumnya lebih dicari adalah kreasi desainnya.


Perlu diperhatikan, investasi pada perhiasan adalah investasi untuk jangka panjang. Apabila hanya 1-2 tahun, atau bahkan kurang dari setahun, kenaikan harga berlian tak setinggi produk investasi lain. "Tetapi dalam kurun yang cukup lama, nilai intrinsik benda berharga ini terlihat naik signifikan," kata pakar manajemen dari Jakarta Consulting Group itu. Tentunya, harga jual dan harga beli berlian bisa mengikuti harga yang ditentukan oleh Rapaport Diamond Report dari Gemological Institute of America.


Sementara, untuk permata, hal yang perlu diperhatikan seorang calon pembeli agar dapat dijadikan investasi adalah ada-tidaknya sertifikat dari laboratorium permata. Ini juga berlaku untuk berlian. Sertifikat ini dibutuhkan untuk membedakan antara permata natural yang terbentuk oleh alam dan permata sintetis buatan tangan manusia. Permata yang dapat dijadikan investasi, tentu saja, permata yang terbentuk oleh alam.


Kualitas dan ukuran permata juga penting untuk dipertimbangkan calon pembeli. Agar dapat dijadikan barang investasi, permata harus memiliki kualitas tinggi. Ukuran permata juga tidak bisa diabaikan. Semakin besar ukurannya, semakin tinggi potensi investasinya. Untuk jenis diamond, ukuran yang dibutuhkan minimal satu karat. Sementara untuk jenis ruby, dibutuhkan minimal tiga karat.


Aspek kelangkaan dan desain juga memengaruhi harga jual permata. Jenis permata yang bisa jadi sarana investasi cukup banyak, mulai dari batu akik, ruby, alexandrite chrysoberyl, mutiara, malachite, cats eye chrysoberyl, green garnet, hingga paraiba tourmaline. Asalkan asli, permata jenis apa pun dapat menghasilkan keuntungan.


Dewi, seorang kolektor pertama, mengatakan, berinvestasi melalui batu permata, selain setiap tahun nilai investasinya naik, juga dapat dipakai sebagai perhiasan. Untuk membeli batu mulia ini, Dewi memiliki triknya, yaitu selalu membeli permata yang sudah ada sertifikatnya. Di Indonesia, sertifikat itu bisa didapatkan, antara lain, di PT Guna Inti Permata. “Dengan adanya sertifikasi, pemiliknya akan merasa tenteram dan nilainya akan naik terus,” katanya.


Dewi juga membandingkannya dengan emas. Menurutnya, emas yang sudah lama dipakai akan semakin susut harga dan nilainya. Namun, kalau permata, semakin lama dipakai, semakin tinggi nilai jualnya. Termasuk di saat krisis global saat ini, ia lebih banyak mengoleksi permata karena harganya relatif turun. “Investasi permata ini untuk long term,” ia mengungkapkan. Maka, ia tidak khawatir meski sekarang harga logam mulia cendrung turun, karena investasinya untuk jangka panjang.


Dewi mengaku pernah menjual benda kesayangannya yang sudah ia simpan lima tahun, dengan return mencapai lebih dari 50%. Sayang, ia keberatan menyebutkan angka persisnya. Ditambahkan A.B. Susanto, nilai jual berlian dan permata sangat subjektif. Transaksi jual-belinya pun sangatlah personal. “Biasanya dilakukan secara face to face,” ujarnya mengungkap pengalamannya sebagai kolektor berlian.


Mengenai emas, bentuknya beragam: perhiasan, koin dan batangan (lantakan) dengan kadar berbeda, seperti 22 dan 24 karat, atau ada yang menghitung dalam persentase, yaitu 95% dan 99%. Untuk mendapatkan emas tidaklah sulit. Tinggal datang ke toko emas di mana saja seperti di pusat perdagangan emas Cikini dan Melawai, Jakarta, atau langsung ke PT Aneka Tambang (Antam) di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, yang menjual emas batangan secara eceran. Emas dari Antam terjamin karena perusahaan ini telah mengantongi sertifikat logam mulia dari London Bullion Market Association, asosiasi emas internasional.


Hanya saja, koin emas saat ini tergolong langka yang menjual. Dulu, Perum Pegadaian pernah menjual koin emas ONH 24 karat yang diperuntukkan sebagai wahana investasi untuk persiapan ongkos naik haji. Bahkan, Pegadaian memiliki sejumlah gerai khusus yang menjual koin ONH emas ini bernama Galery 24. Saat ini, Pegadaian tak lagi menjual koin emas ONH.


Emas cenderung diminati karena kebal terhadap laju inflasi. Bahkan, ketika inflasi naik harga logam mulia ini pun ikut naik. Data menyebutkan, ketika inflasi naik 10%, harga emas naik 13%. Ketika inflasi meningkat 20%, harga emas melonjak sampai 30%. Maka, emas sering dijadikan wahana yang ampuh untuk berinvestasi saat krisis, antara lain ditandai dengan inflasi yang meningkat tajam. Sementara, dalam kondisi ekonomi dan politik yang stabil, jarang sekali harga emas meningkat secara tajam. Terbukti, saat kita mengalami krisis yang hebat tahun 1998, harga emas pun naik tajam karena permintaan terhadap logam mulia ini juga meningkat. Saat krisis, emas banyak dijadikan sebagai wahana lindung nilai (hedging) terhadap aset seseorang.


Sayang, kalau menengok pasar derivatif emas di Indonesia, perkembanganya belum menggembirkan. Diakui Hasan Zein Mahmud, Presdir Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), hal tersebut terjadi karena masyarakat masih belum banyak yang paham tentang derivatif dan lebih menyukai transaksi emas dalam bentuk fisik seperti di toko-toko emas.


Sekarang, BBJ sudah memperdagangkan Kontrak Berjangka Emas, Kontrak Indeks Emas, Kontrak Gulir Emas dan US$. Kontrak Gulir Emas dan US$ baru diluncurkan akhir tahun lalu, dengan harapan itu dapat mendongkrak BBJ. “Di antara keempatnya, yang paling rame adalah Kontrak Indeks Emas. Sementara Kontrak Gulir Emas masih sepi,” kata Hasan blak-blakan. Data BBJ menyebutkan, pada 2008 transaksi Kontrak Indeks Emas mencapai 53.339, naik 30% dibanding tahun 2007 (38.799 transaksi).
BBJ juga sedang merancang perdagangan pasar fisik emas. Memang rencana ini sudah lama. Bahkan, BBJ sudah merancang perdagangan negotiable gold forward, bekerja sama dengan Antam yang berperan sebagai emiten/issuer. Antam akan mengeluarkan sertifikat emas yang dipegang oleh para investor. Sertifikat emas ini ada jatuh temponya dan menghasilkan bunga dalam bentuk emas lagi. Jadi, emas berbunga emas dan fisiknya bisa diambil di Antam pada saat jatuh tempo.


Nah, sertifikat emas itu bisa diperdagangkan di BBJ dari satu investor ke investor lain dan BBJ sendiri yang menyediakan bursanya berupa fasilitas online. “Namun karena tidak mendapat support dari otoritas bursa, Antam mundur dan rencana ini tertunda,” ujar Hasan. Saat ini BBJ berusaha lagi mewujudkan pasar fisik emas ini. Hasan yakin, jika rencana ini berjalan, transaksinya akan menggembirakan karena yang namanya investasi emas akan tetap stabil.


Senada dengan Hasan, A.B. Susanto dan Dewi pun tetap optimistis, kendati harga perhiasan sekarang cenderung turun, ke depan harganya akan meningkat. Asalkan untuk jangka panjang, investasi di perhiasan tetap seksi.


Riset: Rohmat Purnadi.

URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/portofolio/details.php?cid=1&id=8676

Senin, 11 Mei 2009

BERKILAUNYA INVESTASI EMAS

 

INVESTASI EMAS

 

JAKARTA, SENIN - Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.

 

Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.

 

Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor  infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.


Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.
Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.

 

Kagak ada matinya

Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.
Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti.  Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.

 

"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.


Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.

 

Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. "Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi," katanya.

Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.

 

Diversifikasi emas

Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. "Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas," katanya.
Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.

 

Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang  menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga  pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.

 

Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.

 

Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya.  Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.
Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.

 

Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream.  Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.

 

sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2008/06/23/07040378/berkilaunya.investasi.emas

 

 

BERKILAUNYA INVESTASI EMAS

 

INVESTASI EMAS

 

JAKARTA, SENIN - Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.

 

Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.

 

Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor  infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.


Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.
Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.

 

Kagak ada matinya

Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.
Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti.  Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.

 

"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.


Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.

 

Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. "Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi," katanya.

Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.

 

Diversifikasi emas

Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. "Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas," katanya.
Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.

 

Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang  menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga  pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.

 

Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.

 

Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya.  Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.
Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.

 

Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream.  Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.

 

sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2008/06/23/07040378/berkilaunya.investasi.emas

 

 

BERKILAUNYA INVESTASI EMAS

 

INVESTASI EMAS

 

JAKARTA, SENIN - Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.

 

Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.

 

Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor  infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.


Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.
Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.

 

Kagak ada matinya

Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.
Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti.  Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.

 

"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.


Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.

 

Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. "Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi," katanya.

Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.

 

Diversifikasi emas

Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. "Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas," katanya.
Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.

 

Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang  menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga  pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.

 

Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.

 

Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya.  Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.
Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.

 

Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream.  Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.

 

sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2008/06/23/07040378/berkilaunya.investasi.emas