Selasa, 22 Juli 2008

Analisa harga Emas

Dampak Ketegangan AS-Irak dan Analisis Investasi Emas

Andam Dewi



SEIRING dengan belum putusnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Irak, harga emas belakangan ini berfluktuasi secara tajam. Ini terjadi karena banyak investor mengalihkan sebagian alokasi investasinya ke dalam jenis investasi emas yang dianggap aman.

AWAL Februari lalu, ketika tekanan AS memanas terhadap Dewan Keamanan (DK) PBB mengambil tindakan tegas terhadap Irak, harga emas naik mencapai titik tertinggi selama tujuh tahun terakhir (dari Agustus 1996), yaitu level 380-390.80 dollar AS per troy ounce (1 troy ounce = 31,1035 gr). Ketika ajakan AS tidak mendapat sambutan dari sebagian besar anggota DK PBB, harga emas kembali melemah ke level 346-370 dollar AS per troy ounce.

Di negara lain yang masyarakatnya sudah maju, kondisi ini membuat bergairah semua jenis investasi emas, termasuk transaksi derivatifnya. Contohnya, transaksi kontrak berjangka emas di Tokyo Commodity Exchange. Ketika berita tekanan AS terhadap DK PBB untuk mengambil sikap terhadap Irak, volume transaksi naik.

Tidak demikian halnya di Indonesia. Sampai kini, transaksi kontrak berjangka emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) masih belum dimanfaatkan, baik sebagai sarana lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi harga emas maupun sebagai sarana untuk meraih keuntungan. Ketika harga emas mencapai titik tertinggi pada awal Februari lalu, perdagangan fisik emas mengalami penurunan karena lebih banyak masyarakat yang menjual ketimbang membeli.

Hal ini tentu mengurangi keuntungan yang biasanya didapat para pedagang emas. Jika pedagang emas mengerti bagaimana memanfaatkan transaksi kontrak berjangka emas di BBJ, pedagang akan tetap mendapat kesempatan meraih untung saat perdagangan fisik emas sepi.

Prinsipnya tidak sulit, tetap memegang pakem investasi: beli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi (buy low sell high atau sell high buy low). Dengan memanfaatkan pasar berjangka dan pasar fisik emas, pedagang emas bisa memperoleh keuntungan dengan cara: jika harga kontrak berjangka emas lebih murah, beli kontrak berjangka emas dan jual pada pasar fisiknya atau sebaliknya.

Kesempatan memperoleh keuntungan juga tidak tertutup bagi investor yang tidak mempunyai fisik emas. Bermodalkan sekitar 10 persen dari nilai total investasi, investor dapat memperoleh keuntungan melalui posisi beli jika harga emas cenderung naik atau posisi jual jika harga emas cenderung turun.

Perlu diingat, jika cuma ingin mengambil untung dari selisih harga beli dan harga jual, investor harus melikuidasi posisi sebelum kontraknya jatuh tempo. Dengan begitu, investor tidak perlu berhubungan dengan urusan penyerahan fisik emas.

Kontrak Berjangka Emas merupakan salah satu jenis transaksi derivatif. Kontrak Berjangka didefinisikan sebagai perjanjian standar antarpihak yang tidak perlu saling kenal untuk membeli dan menjual produk tertentu pada harga tertentu dengan serah terima produk pada waktu yang diperjanjikan. Seperti transaksi derivatif lainnya yang high risk high return, untuk memperoleh profit yang optimal dan meminimalkan risiko kerugian, sebelum berinvestasi perlu dipahami dan dianalisis pergerakan harga transaksi dasarnya (underlying transaction).

Dalam hal berinvestasi kontrak berjangka emas, yang harus dianalisis secara mendalam adalah pergerakan harga emas di pasar fisik. Harga kontrak berjangka emas sangat ditentukan harga di pasar fisiknya. Harus dipahami, baik pergerakan harga emas dunia yang umumnya mengacu ke pasar fisik emas di London maupun pergerakan harga emas di Indonesia. Dengan memahami pergerakan harga emas di pasar fisiknya, dapat ditentukan harga emas di kemudian hari dengan menghitung ongkos suku bunga pinjam-meminjam, ongkos simpan, dan transportasi.

Dari data pasar fisik emas dunia di London (Grafik-1) terlihat bahwa harga emas setelah krisis moneter tahun 1997/1998 terus mengalami penurunan. Puncak penurunan harga emas terjadi tahun 1999. Harga emas saat itu kian jatuh karena Dana Moneter Internasional (IMF) melego cadangan emasnya untuk untuk membantu negara yang krisis. Saat itu, harga emas di pasar dunia tinggal sekitar 254 dollar AS per troy ounce.

Harga emas mulai bergerak naik secara signifikan sejak tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, AS, pada bulan September 2001. Sepanjang tahun 2001, harga emas rata-rata 271,04 dollar AS per troy ounce. Harga emas terus meningkat pada tahun 2002 pada kisaran rata-rata 309,37 dollar per troy ounce. Penguatan itu terus berlanjut di tahun 2003 karena masih belum terselesaikannya masalah antara AS dan Irak.

Saat ini ada dua hal penting yang sangat mempengaruhi pergerakan harga emas, yaitu :

Perubahan kurs

Melemahnya kurs dollar AS biasanya mendorong kenaikan harga emas dunia. Hal ini karena jatuhnya nilai mata uang dollar membuat harga emas menjadi lebih murah dalam mata uang lain sehingga umumnya mendorong adanya kenaikan permintaan emas, terutama dari sektor industri perhiasan. Di Indonesia (Grafik-2), pada pertengahan tahun 2001, ketika mata uang rupiah mengalami penguatan yang cukup signifikan, harga emas logam mulia (LM) pun menurun. Demikian pula ketika rupiah melemah, harga emas LM pun meningkat. Di awal tahun 2003, perbedaan kurs USD/IDR (dollar AS terhadap rupiah) dengan harga emas LM semakin melebar karena di samping harga emas di pasaran dunia tinggi, nilai dollar AS pun melemah.

Situasi politik dunia

Kenaikan harga emas pada akhir tahun 2002 dan awal tahun 2003 terjadi sebagai dampak dari akan dilakukannya serangan ke Irak oleh sekutu yang dikomando AS. Pelaku pasar beralih investasi dari pasar uang dan pasar saham ke investasi emas sehingga permintaan emas melonjak tajam.

Dibandingkan investasi di pasar saham yang cenderung menurun, saat ini tingkat keuntungan yang didapat sekitar 5 persen per tahun, investasi emas dapat menghasilkan tingkat keuntungan sekitar 15 sampai 20 persen per tahun. Walaupun saat ini harga emas sedang terkoreksi, belum adanya titik terang penyelesaian antara AS dan Irak membuat harga emas berpotensi kembali menguat sampai masalah selesai. Saat ini pengaruh terbesar pergerakan harga emas adalah situasi politik dunia.

Faktor lain yang juga dapat dipertimbangkan sebagai hal yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas, sbb :

Suplai dan permintaan

Salah satu contoh hal yang dapat mempengaruhi suplai dan permintaan (supply and demand) dari emas adalah seperti kejadian pada pertengahan tahun 1980. Pada saat itu, penjualan forward oleh perusahaan pertambangan selalu dipersalahkan atas terjadinya kenaikan pada harga emas. Dalam kerangka bisnis, sebenarnya perilaku perusahaan pertambangan tersebut masuk akal. Dengan melakukan penjualan forward ketika harga emas menguat, mereka dapat mengamankan harga output tambang pada harga yang cukup menarik.

Contoh lainnya, kasus pada pertengahan tahun 1998 di mana harga emas terus merosot. Saat itu, bank-bank sentral di Eropa menyatakan akan mengurangi cadangan emasnya sehubungan rencana pemberlakuan mata uang euro. Harga emas langsung anjlok di sekitar 290 dollar per troy ounce.

Situasi ekonomi

Sekitar 80 persen dari total suplai emas digunakan industri perhiasan. Konsumsi perhiasan merupakan pengaruh yang besar pada sisi permintaan.

Ketika kondisi ekonomi meningkat, kebutuhan akan perhiasan cenderung naik. Namun, dari data statistik terlihat kebutuhan akan perhiasan lebih sensitif terhadap naik turunnya harga emas dibanding kan meningkatnya kondisi ekonomi.

Jatuhnya tingkat kebutuhan perhiasan pada masa resesi di tahun 1982-1983 terutama akibat naiknya harga emas secara simultan. Jatuhnya tingkat kebutuhan perhiasan di masa resesi awal 90-an lebih selaras dengan hal di atas, pada saat itu harga emas menjadi turun.

Situasi ekonomi yang tidak menentu dapat mengakibatkan inflasi tinggi. Emas biasa digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Manfaat ini sudah dirasakan investor sejak lama. Dengan emas, investor mendapat perlindungan sempurna terhadap merosotnya daya beli. Ketika tahun 1978-1980 harga emas sedang booming; sementara inflasi di AS naik dari 4 persen menjadi 14 persen, harga emas naik tiga kali lipat.

Akan tetapi, sejak saat itu, emas tidak lagi terlalu efektif secara sempurna digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Di Indonesia (Grafik 3), dari data yang didapat, tingkat inflasi tidak mempengaruhi harga emas. Harga emas lebih banyak dipengaruhi kurs rupiah terhadap dollar.

Suku bunga

Ketika tingkat suku bunga naik, ada usaha yang besar untuk tetap menyimpan uang pada deposito ketimbang emas yang tidak menghasilkan bunga (non interest-bearing). Ini akan menimbulkan tekanan pada harga emas. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas akan cenderung naik.

Secara teori, jika suku bunga jangka pendek naik, harga emas turun. Di Indonesia teori ini tidak selalu berjalan.

Pada tahun 1998, karena nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap mata uang dollar AS, pemerintah menaikkan tingkat suku bunga secara signifikan. Harapannya, menahan laju kenaikan nilai tukar dollar AS. Akibatnya, walaupun tingkat suku bunga naik, harga emas juga naik.

Dalam Grafik 4 terlihat tingkat suku bunga tidak terlalu berpengaruh pada harga emas di Indonesia. Tetapi, lebih banyak dipengaruhi harga emas dunia sehingga pengaruh nilai tukar dollar AS terhadap rupiah sangat besar.

Kebutuhan emas juga tergantung dari variasi musiman. Penjualan emas di negara industri cenderung menguat saat menjelang perayaan Natal.

Demikian juga pada hari raya Tahun Baru Cina, harga emas cenderung menguat pada awal kuartal. Permintaan biasanya cenderung melemah pada masa Ramadhan di Arab.

Dengan melihat semua aspek pengaruh pergerakan harga emas, terutama masih belum selesainya masalah AS dan Irak, harga emas masih berpotensi menguat kembali walaupun sudah ada koreksi.

Andam Dewi Pemerhati pasar komoditas, bekerja di Bursa Berjangka Jakarta

4 Comments:

Forum Investor said...

investasi emas memang sedang populer saat ini.

Salah satu risiko dari investasi emas di pasar berjangka adalah kita bisa rugi lebih dari modal kita, karena menggunakan margin.

wiryo said...

emas selalu naik, jadi jangan kuatir akan adanya kerugian dalam investasi emas. ingat waktu tahun 1995 harga emas hanya Rp. 25.000/gram sekarang sudah 280.000/gram berapa keuntungan investasi emas?

Anonim said...

Sepertinya ini adalah alasan yang tepat untuk berinvestasi di Emas saat ini, ini aku kutipkan dari tetangga sebelah… selamat membaca……

Emas adalah aset kelas dunia yg paling sering di salah artikan. Why? Penyebabnya banyak, tapi satu hal yg pasti adalah, emas eksis di dunia dimana banyak kekuatan (negara/pemerintah) di seluruh dunia yg tidak suka dengan emas. Kenapa? Karena emas mengancam kemapanan mereka. Karena jika emas berkuasa di dunia melebihi uang kertas/fiat, maka pemerintah gak bisa mencuri uang dari rakyatnya lagi (via inflasi). Itulah sebabnya beberapa negara mendiskreditkan emas, dengan cara memberi pajak, propaganda jelek jelekin emas sebagai investasi yg tidak menarik ( dibandingkan saham dan valas). Bahkan pernah kejadian di Amrik, memiliki emas di anggap kriminal.

Beda ama uang kertas/fiat yg di dukung oleh central bank (kalo di Indonesia, Bank Indonesia), emas tidak punya sponsor kayak gitu. Makanya kalo ada serangan pada emas, gak ada yg ngebelain kecuali pasar (supply dan demand). Malahan, emas posisi nya berseberangan dengan fiat. Kalo fiat turun, emas naik harganya. Begitu juga sebaliknya. Central Bank dan pemerintah paling doyan mendiskreditkan emas kapan aja, misalnya kayak Great Depression waktu itu.

Sistim perekonomian dan moneter dunia yg berlaku saat ini hanya punya 1 tujuan saja, yaitu membenarkan sistim moneter saat ini. Mereka tidak menerima kritik, apalagi menerima alternatif pembayaran lain kayak emas.

Walau emas berada di lingkungan yg zolim kayak gitu, emas tetap bertahan dan terus di nilai tinggi diseluruh dunia. Emas akan terus menempatkan dirinya pada posisi penting di dunia. Why? Karena emas itu banyak manfaatnya, dan karenanya, emas dinilai tinggi oleh manusia.

Berikut ini adalah 8 hal utama yg berkaitan dengan emas yg musti anda ketahui. Karena 8 hal inilah yg menjadikan emas sebagai harta yg tak terkalahkan oleh inflasi dan resesi, mengalahkan fiat.

1. Kedudukan emas sangat spesial / komoditi yg unik. Spesial, unik, karena motivasi orang memproduksi emas adalah hanya untuk di kumpulkan saja, sementara komoditas lainnya di luar emas, justru untuk di konsumsi. Jumlah emas yg di konsumsi tidak sebanyak jumlah emas yg di timbun spekulan. Jadi emas yg beredar di masyarakat saat ini, sebagian besar adalah berasal dari kepemilikan orang lain, bukan hasil di tambang dari bumi, karena stok emas di bumi saat ini sudah sangat langka. Jumlah emas yang ada di permukaan bumi (sudah di olah oleh manusia, bukan yg tersimpan di perut bumi) itu cuma sekitar 155 ribu ton saja. Kalo semuanya itu di cairkan, maka emas akan menempati tanah seluas 8000 meter kubik, atau setara dengan volume monumen Washington, atau ¾ ukuran kolam renang standar Olimpiade. Kecil bukan?

2. Emas yg beredar di masyarakat itu semuanya ada di atas permukaan bumi, tidak didalam perut bumi lagi. Why? Karena orang nyari emas itu untuk di timbun, bukan di konsumsi. Harga emas masih di jadikan patokan supply dan demand emas itu sndiri. Tapi pengertian supply emas ini bukan lagi berasal dari emas yg di tambang dari perut bumi (karena jumlahnya terlalu kecil dan tidak significant karena cuma meningkatkan stok emas di atas permukaan bumi sebesar 1,7% per tahun aja). Supply emas yg sesungguhnya berasal dari total emas yg ada di permukaan bumi, yg di miliki investor dan perorangan kayak kita kita ini. Nilai emas tidak berubah dari jaman Romawi 2000 tahun lalu sampai skarang. Dengan kata lain, emas yg di miliki perorangan, yang ada di atas permukaan bumi itulah yg kini menjadi tambang emas baru. Singkat kata, supply emas gak akan pernah berubah jumlahnya, karena produksi emas baru yg di tambang dari perut bumi, jumlahnya kekecilan. Resiko dari fakta itu adalah, harga emas saat ini sepenuhnya mencerminkan demand, bukan supply lagi. Padahal harga emas terus naik dari jaman dulu ampe skarang. Ada yg bilang kalo harga emas dipengaruhi oleh demand perhiasan, tapi paradigma itu gak bener. Hujan bukan disebabkan karena jalanan basah. Harga emas juga begitu, tidak tergantung pada demand perhiasan semata. Intinya, jangan invest emas yg sudah berubah wujud jadi perhiasan, karena emas dalam bentuk perhiasan dibuat dengan sistim karat yg membuat nilainya jadi turun. 80% stok emas dunia disimpan bukan untuk perhiasan, tapi untuk keperluan moneter.

3. Emas adalah uang. Why? Karena emas memberi uang paling banyak pada pemiliknya, ketimbang uang kertas itu sendiri. Karena emas tahan banting, tidak goyah oleh inflasi, tidak menurun nilainya seperti uang kertas tiap kali di cetak oleh pemerintah. Emas kian menarik utk anda simpan mengingat besarnya hutang yang mencengkeram negara negara di seluruh dunia. Hutang yg hanya bisa di bayar lunas dengan emas.

4. Emas adalah alternatif uang kertas. Uang kertas di seluruh dunia semuanya bermasalah, karena di zolimi oleh pemerintah dengan cara menerapkan inflasi akibat nyetak duit kertas baru guna membiayai defisit negara dan hutang negara/publik lainnya. Inflasi ini terjadi akibat keserakahan manusia. Inflasi menurunkan nilai jual uang kertas dari tahun ke tahun. Konsekuensinya, akan semakin banyak orang beralih ke emas sebagai mata uang baru mereka. Jaman dulu, uang kertas sama bagus nya dengan emas, karena uang kertas di backing oleh emas. Jaman skarang? Tidak lagi. Sejak Agustus 1971, emas dan uang kertas putus hubungan. Sejak itu, uang kertas kehilangan 90% nilai jualnya. Walau mereka tahu akan hal ini, pemerintah terus saja mempertahankan sistim uang kertas karena berkepentingan mempertahankan ilusi bahwa uang kertas adalah segalanya dan bisa di handalkan (padahal tidak). Akibatnya, uang kertas vs emas jadi bersaing satu sama lain. Masing masing berebut pemilik / tuannya. Siapa yg berhasil menarik hati tuannya, dialah yg mengalami kenaikan harga. Suku bunga normalnya musti di naikkan secara berkala agar manusia bersedia memegang uang kertas karena untung nya lebih besar. Tapi skarang? Suku bunga malah turun. Suku bunga ada 2 macam, versi pemerintah dan versi emas. Versi pemerintah sarat ilusi dan kebohongan, karena hanya memasukkan sesedikit mungkin komponen inflasi didalamnya. Sedangkan versi emas, suku bunga nya blak blak an, semua komponen inflasi di kalkulasikan didalamnya. Bagi investor, hanya suku bunga versi emas inilah yg di jadikan acuan. Angka suku bunga yg di gembar gemborkan pemerintah, tak lagi penting bagi orang kayak kita kita ini. Misal, jika suku bunga rupiah 10% dan inflasi nya 10%, maka suku bunga (versi emas) yg sesungguhnya adalah NOL. Semakin rendah angkanya, smakin gila harga emas naiknya. Kayak yg terjadi skarang.

5. Nilai jual emas tetap abadi. Artinya, emas jaman dulu nilai nya sama dengan emas jaman skarang. Beda ama uang kertas, Rp 1000 jaman dulu yg bisa beli barang A, di jaman skarang, untuk beli barang yg sama, duit Rp 1000 gak bisa di pakai lagi, nombok yg ada. Lihat bagan atas. Itu adalah analisa harga minyak mentah dalam dollar, versus harga emas. Dari December 1945. Sejak itu, harga minyak naik 64 point jika dinilai dengan dollar. Tapi peta nya berubah total saat harga minyak di nilai dengan emas, yakni harga minyak saat ini sama dengan harga emas di masa lalu. Jadi walau uang kertas memutuskan hubungan nya dengan emas, tapi bagan diatas itu membuktikkan emas tetap menarik bagi mereka yg mengoleksinya.

6. Nilai emas di tentukan oleh pasar. Pasar yg menentukan seberapa besar kegunaan emas. Gak kayak uang kertas/fiat, yg nilainya di tentukan suka suka oleh central bank. Central bank dari dulu ampe skarang, sibuk mati matian berusaha menyakinkan anda jika emas itu tidak menarik dibandingkan fiat. Central bank akan mengatakan apa saja asalkan anda tetap setia pada fiat, bukan pada emas. Central bank akan berkata jika merekalah pemegang kendali ekonomi negara, merekalah yg mengendalikan harga emas dengan intervensi nya. Faktanya sungguh jauh beda. Pasar lah yg menentukan harga emas, bukan central bank. Mungkin dulu central bank punya power memanipulasi harga emas, tapi tidak di jaman skarang, karena stok emas central bank tinggal dikit. Jaman dulu, central bank mengintervensi pasar emas. Mereka juga intervensi ke pasar pasar lainnya. Why? Dengan menekan harga emas serendah mungin, central bank mencoba memberi ilusi jika uang kertas lebih unggul ketimbang emas. Padahal sebenarnya tidak. Harga emas adalah barometer yg bisa bercerita banyak pada anda, semakin tinggi harga emas, artinya semakin buruk management uang kertas negara, smakin ketahuan jika pemerintah tidak melakukan pekerjaan rumah nya (hapuskan inflasi). Makanya pemerintah dan central bank benci pada emas. Emas merusak kemapanan mereka. Pemerintah dan central bank akan lakukan apa saja utk mempertahanan status quo kemapanan mereka yg memberi mereka hak keistimewaan politik utk hura hura foya foya dengan uang pajak rakyatnya. Dan emas mengancam mereka menikmati hura hura itu. Central bank memang bisa memanipulasi harga emas, tapi kemampuan itu sudah banyak menurun saat ini, karena mereka di masa lalu udah trlanjur terlalu banyak membuang emas mereka ke pasar bebas. Setelah perang dunia ke 2, tinggal 68% stok emas central bank sedunia yg tersisa. Skarang? Cuma 10% saja. Serangan USA ke Iraq salah satunya adalah merampas emas Iraq. Make sense bukan? Semakin sedikit emas yg dimiliki central bank kayak skarang, artinya semakin kecil kemampuan mereka memanipulasi harga emas. Central bank bukan lagi ancaman bagi kita kita para investor emas.

7. Emas posisi nya BULL (harga menaik terus trend nya). Sejak 2001, emas slalu naik harganya. Semakin gencar krisis moneter, semakin tinggi harga emas. Seberapa tinggi? Persisnya tak seorangpun yg tahu. Jika bicara soal pasar, tidak ada ilmu pasti. Orang kantoran yg terbiasa dengan kepastian jumlah gaji dll yg mereka terima, tidak di terima dalam pasar kayak gini. Sebagai gambaran, ada sebuah interview dengan James Turk, pencipta GoldMoney, di Oktober 2003 dan disitu di ungkapkan harga emas akan berkisar $8000, 10-12 tahun mendatang dari 2003. Lalu pada interview serupa di Mei 2006, yang berubah hanya periode nya saja, yaitu 7-9 tahun, tapi kisaran harga nya sama. Gw tahu, pada titik ini, banyak dari anda yg menganggap hal itu gila. Tapi coba pikirkan hal ini. Jaman skarang anda butuh $10 untuk beli barang senilai $1 di tahun 1970. Harga emas sudah naik dari $35 ke $800 di 1980. Sejarah akan terus berulang, namanya juga manusia. Mereka yg gak belajar dari sejarah itu orang bodo namanya, tipe orang yg jatuh ke lubang yg sama, hanya karena lupa dengan sejarah. Sejarah akan berulang, di jamin. Kali ini dengan intensitas lebih dahsyat lagi karena uang kertas sudah kehilangan nilai jualnya 10 kali lipat. Jadi bukan hal mengherankan jika ada yg ngomong emas akan naik dari $350 (2003) menjadi $8000 dalam satu dekade saja. Era kejayaan uang kertas tak lama lagi akan berakhir. Beli emas batangan, jangan surat emas, jangan emas elektronik. Beli emas saat ini sudah mendesak dan sangat amat perlu di lakukan, jika anda belum punya emas, mengingat problem moneter di seluruh dunia trmasuk kita. Emas menawarkan kemudahan, karena gampang di perjualbelikan, di jadikan bemper (hedging) utk melawan resiko penurunan mata uang kertas dan inflasi. Ada beda besar antara memiliki emas batangan dengan memiliki janji bahwa seseorang akan membayar anda dengan emas (perjanjian yg di wujudkan dalam bentuk surat emas dan elektronik). Kita semua tahu, namanya janji, sewaktu waktu bisa di langgar, namanya juga manusia. Surat emas contohnya sertikas emas yg di keluarkan oleh bank dan bursa saham. Surat emas artinya anda cuma di kasi secarik kertas yg mengklaim anda pemilik emas batangan. Dengan surat itu, anda bisa mendapatkan keuntungan dari dinamika harga emas, tanpa memegang emas nya secara fisik. Tapi semua itu ada resiko nya, di mana ada resiko anda tak mendapatkan emas itu secara fisik kala anda mengklaim nya. Invest di emas harus dianggap seperti menyimpan emas secara fisik dalam brankas anda.

8. Nah skarang anda tahu hal hal yg membuat kenapa memiliki emas itu penting. Gak semua orang bisa memiliki emas. Hanya orang yg kelebihan duit sajalah yg bisa. Why? Karena sampai detik ini, kita masih memakai sistim fiat, dan karenanya, kita tetap perlu uang kertas. Sekalipun anda serba kekurangan, tak ada salahnya memahami tulisan ini, dan mulai menyisihkan pendapatan anda utk beli emas kecil kecilan. Hal hal besar slalu bermula dari hal hal kecil

farments said...

saya punya bos dari jepang dan tinggal di jakarta,beliau pembeli langsung emas batangan (LM) 24 karat untuk quantity dalam jumlah besar dengan pembelian tak terbatas limitnya dan minimal 30 kg ..
Harga CIC Discount minimal 10%.
transaksi langsung di bank BCA Jakarta.Test Dan Verifikasi Benar Langsung Bayar di bank.
Jika ada yang berminat bisa menghubungi saya segera.

Regards,

Faizal Rachman
(08569862047 / 021-98665286)
email : ilacarle@yahoo.com