Kamis, 26 Februari 2009

Harga Emas Hari ini Stabil

Suplai Demand Stabil, Harga Emas Tak Banyak Berubah

SINGAPURA 25 Februari 2009. Setelah sempat anjlok di perdagangan kemarin, hari ini, harga emas di Asia tak banyak mengalami perubahan. Hal ini terjadi setelah Pimpinan The Federal Reserve Ben S Bernanke menyatakan bahwa perbankan di Amerika tidak perlu di nasionalisasikan.

Hari ini, harga emas diperdagangkan pada level US$ 964,55 per troy ounce. Angka ini sudah turun 4,1% dari harga tertingginya dalam 11 bulan terakhir sebesar US$ 1.006,29 pada 20 Februari lalu.

Menurut Metal Strategist UBS AG John Reade, saat ini ada beberapa faktor yang menyebabkan harga emas tak banyak berubah. Salah satunya, banyak investor yang menjual emas di Asia, sementara di Eropa banyak yang membeli.

“Adanya peningkatan investasi emas dalam bentuk fisik dalam enam bulan terakhir marak terjadi di AS dan Eropa. Sementara di pasar Asia dan Timur Tengah, banyak investor yang menjual. Ini yang menyebabkan arus suplai dan demand masih stabil,” tulis Reade dalam laporannya.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

Kamis, 19 Februari 2009

Harga Emas Melambung Lgi

,,

Harga Emas Hari Ini Terbang Tinggi

SINGAPURA. Sudah tiga hari ini, harga emas di Asia mengalami kenaikan. Bahkan kenaikannya melebihi level tertinggi sejak Juli 2008 lalu. Semakin memburuknya kondisi bursa global dan regional membuat para investor kembali memburu emas sebagai save heaven.

“Memburuknya kondisi bursa global dan regional menjadi penyebab utama naiknya harga emas hari ini,” jelas Toby Hassall, Research Analyst Commodity Warrants Australia.

Selain itu, rendahnya suku bunga dan meningkatnya anggaran belanja pemerintah juga turut memacu para investor untuk membeli logam mulia tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi melemahnya mata uang.

Asal tahu saja, harga emas untuk pengantaran cepat mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi US$ 974,32 per troy ounce. Pada pukul 14.06 waktu Singapura, emas bertengger di posisi US$ 973,17 per troy ounce. Sementara itu, harga emas untuk pengantaran bulan April mengalami kenaikan sebesar 0,7% menjadi US$ 974,40 di Nymex divisi Comex.

Hari ini, harga emas kontrak berjangka di Dubai dan India juga mengalami kenaikan tertinggi.

Harga emas untuk pengantaran bulan April di Dubai Gold and Commodities Exchange melonjak menjadi US$ 974,70 per troy ounce. Angka ini tertinggi sejak kontrak perdagangan emas diluncurkan pada 2006 lalu. Sementara, harga emas untuk pengantaran bulan April di Multi Commodity Exchange of India mengalami kenaikan menjadi 15.608 rupe atau US$ 313 per 10 gram. Tertinggi sejak kontrak perdagangan ini dimulai pada 2003 silam.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

Rabu, 18 Februari 2009

SELUK BELUK INVESTASI EMAS

272758794p

Tak salah jika orang menyebut emas sebagai logam mulia. Selain rupanya nan elok, lonjakan harga logam yang satu ini juga bisa mendatangkan keuntungan berlipat-lipat bagi pemiliknya. Karena itulah, sejak zaman dahulu kala, banyak orang menggunakan emas sebagai salah satu alat untuk membiakkan duit mereka. Cuma, agar keuntungannya menjadi lebih maksimal, investor juga perlu mempelajari seluk-beluk investasi emas. Sebab, selain pilihan bentuk investasinya banyak, investasi emas juga butuh strategi khusus.

Di Indonesia, emas telah menjadi salah satu instrumen investasi favorit sepanjang masa. Maklum, secara umum, strategi berinvestasi emas juga sangat gampang. Investor tinggal membeli emas saat harganya murah dan menjualnya kembali saat harganya tinggi.

Nah, ada beberapa pilihan bentuk investasi emas yang bisa dimanfaatkan investor di Indonesia. Cara yang paling lazim adalah dengan membeli dan menyimpan perhiasan emas. Perhiasan ini bisa berupa kalung, cincin, giwang, anting-anting, dan seterusnya.

Kebetulan, perhiasan emas dengan mudah bisa dibeli di toko-toko perhiasan, mulai yang ada di pasar tradisional hingga ke toko perhiasan kelas modern. Bahkan, setiap kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat jual-beli emas sendiri-sendiri.

Investasi di dalam perhiasan emas juga memiliki kelebihan tersendiri. Sebab selain bisa menjadi alat investasi, perhiasan itu juga sekaligus bisa dipakai sebagai aksesori sehari-hari. Jadi, wajah makin cantik, dompet juga makin ciamik.

Tapi, menurut para pakar investasi, perhiasan emas sebenarnya tak terlalu cocok untuk investasi. Soalnya, ketika membeli perhiasan tersebut investor akan dikenai ongkos pembuatan. Maklum, untuk membuat perhiasan emas menjadi sedemikian elok perlu keahlian khusus.

Sementara, ketika menjualnya kembali ongkos itu tidak dihitung. Padahal, ongkos pembuatan itu bisa mencapai sekitar 20% dari harga suatu perhiasan. Jadi, misalnya Anda membeli gelang emas dan menjualnya lagi di hari yang sama, harga perhiasan itu paling tinggal sekitar 80%-nya.
Ini membuat harga jual kembali perhiasan emas menjadi yang paling rendah dibandingkan dengan bentuk-bentuk investasi emas lainnya.

Dus, kalau mau untung, kenaikan harga perhiasan emas tersebut harus lebih tinggi dari ongkos pembuatannya. Kalau harga perhiasan emas belum bagus, tapi sedang butuh duit bagaimana? Jangan memaksakan untuk menjualnya. Anda bisa menempuh jalan darurat untuk memperoleh dana sambil menunggu harga emas kembali membaik. Misalnya, dengan menggadaikan perhiasan itu.

Nah, agar tak melewatkan momen saat harga perhiasan emas melonjak tinggi, Anda harus rajin-rajin menanyakan perkembangan harga emas ke toko emas langganan Anda.

Ada satu risiko tambahan untuk investor yang memilih berinvestasi di perhiasan emas, yaitu risiko hilang. Ya, investor harus benar-benar cermat dalam menyimpan perhiasan emasnya. Selain bisa terselip, perhiasan emas juga rawan pencurian. Jika perhiasan itu sampai hilang, hilanglah seluruh investasi Anda. ?

Selain perhiasan, investor juga bisa berinvestasi emas melalui produk koin-koin emas. Ada koin emas bikinan luar negeri, ada pula koin emas lokal. Di Indonesia, salah satu institusi yang memproduksi koin-koin emas itu adalah divisi peleburan logam mulia Aneka Tambang (Antam). Namun, investor juga mesti hati-hati. Sebab, di beberapa kasus koin emas ini sering menjadi media money game.

Selain perhiasan, pilihan investasi emas lainnya adalah dalam bentuk koin emas. Ini adalah koin-koin emas yang dibuat untuk mengenang peristiwa atau tokoh penting tertentu. Untuk membelinya, Anda bisa mengunjungi toko-toko emas yang agak besar.

Ada koin bikinan Amerika, Inggris, dan Indonesia. Berat koinnya bermacam-macam, mulai dari 1 gram sampai sekitar 33,4 gram atau lebih.

Khusus di Indonesia, koin emas itu biasanya dibuat oleh divisi peleburan logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Asal tahu saja, Antam yang merupakan perusahaan pemerintah ini merupakan salah satu produsen emas terbesar di Indonesia.

Antam memiliki produk koin standar atau koin polos. Ukurannya sekitar 1 gram sampai 10 gram. Selain itu, divisi logam mulia Antam juga telah mengeluarkan berbagai seri koin eksklusif. Salah satu yang paling populer adalah koin simbol tahun berdasarkan kalender China, seperti tahun kuda, tahun naga, dan lain-lain. Selain itu Antam juga mengeluarkan seri badak, rumah Toraja, orang utan, dan seri kaligrafi. Cuma, ketika kita membeli koin-koin ini biasanya Antam akan memungut biaya pembuatan tambahan yang terpisah dari harganya.

Beberapa waktu lalu, Pegadaian juga pernah mengeluarkan koin ONH dengan ukuran 5 gram dan 10 gram. Tapi, koin ini tak terlalu diminati karena ketika membelinya, investor, harus membayar PPN sebesar 10%. Pegadaian pun menghentikan pembuatannya.

Nah, jika berminat, Anda tinggal membeli koin-koin emas itu. Patokan harga emas yang dipakai biasanya adalah harga di London Metal Exchange (LME). Tapi, di Indonesia, Anda juga bisa mengecek harga emas keluaran Antam melalui situs internet www.logammulia.com.?

Investasi dalam emas batangan mungkin memang membutuhkan modal awal yang lebih besar jika dibandingkan investasi di perhiasan atau koin. Namun, emas batangan merupakan bentuk investasi emas yang paling ideal. Selain investor tak terkena biaya pembuatan, emas batangan juga tak mengenal penyusutan. Hanya, hati-hati dengan risiko perubahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Investasi emas yang paling tepat adalah dalam bentuk emas batangan atau emas lantakan. Sebab, kandungan nilainya tertinggi dan tak mengenal penyusutan nilai.

Selain itu, jika membeli emas batangan, investor juga tidak terkena biaya pembuatan. Karena itu, investor juga tak perlu khawatir keuntungannya bakal terpangkas oleh biaya pembuatan tersebut.

Di Indonesia, lagi-lagi, yang memproduksi emas batangan adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui divisi peleburan logam mulianya. Emas lantakan bikinan Antam ini terjamin keasliannya karena ia memiliki sertifikat dari London Bullion Market Association (LBMA) yang berbasis di London. Karena itu, saat membeli emas ini, jangan lupa untuk meminta sertifikat keasliannya.

Di mana membelinya? Anda bisa datang langsung ke kantor divisi logam mulai Aneka Tambang atau toko-toko emas yang besar. Cuma, untuk berinvestasi di emas batangan ini, investor mesti menyediakan dana yang lebih besar jika dibandingkan investasi di koin maupun perhiasan. Sebab, ukuran berat emas batangan jauh lebih besar jika dibandingkan alat investasi emas lainnya.

 

sumber : http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/42/43/Seluk-Beluk_Investasi_Emas